Rihlahnews.com, Lamongan – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Kelompok 70 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) resmi memulai kegiatan praktik mengajar dan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumurgayam, Sabtu (25/7/2026).
Pembukaan kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa Sumurgayam tersebut menjadi langkah awal kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, lembaga pendidikan, pemuda, dan masyarakat setempat.
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Kepala Desa beserta perangkat Desa Sumurgayam, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perwakilan MI Muhammadiyah 14 Sumurgayam, MA Al Islah, pemuda Desa Sumurgayam, serta seluruh mahasiswa PLP Kelompok 70 Umsida.
Acara diawali dengan pembacaan susunan kegiatan oleh pembawa acara. Selanjutnya, Huda membacakan ayat suci Al-Qur’an, kemudian seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Lidiya.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang perkenalan antara mahasiswa dengan berbagai unsur masyarakat sebelum menjalankan program selama masa PLP dan pengabdian.
Mahasiswa Diminta Beradaptasi dengan Masyarakat
Perwakilan perangkat Desa Sumurgayam, Muklas, mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa PLP Kelompok 70 Umsida.
Dalam sambutannya, ia menjelaskan gambaran umum Desa Sumurgayam, termasuk kondisi sosial serta kebiasaan masyarakat setempat. Penjelasan tersebut diberikan agar mahasiswa dapat memahami lingkungan tempat mereka melaksanakan kegiatan.
Mahasiswa juga diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan adat, kebiasaan, dan aturan yang berlaku selama berada di tengah masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan PLP Kelompok 70 Umsida, Moch. Bahak Udin By Arifin MPdI.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa akan melaksanakan dua kegiatan utama, yaitu praktik mengajar di madrasah dan praktik pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumurgayam.
Pada kesempatan tersebut, Bahak secara simbolis menyerahkan mahasiswa kepada pihak pemerintah desa dan madrasah.
“Apabila mahasiswa tidak mengikuti aturan yang berlaku, silakan ditegur,” pesannya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat agar seluruh mahasiswa menjaga sikap, menaati tata tertib, dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat selama menjalankan program.
Siapkan Program Pendidikan dan Pemberdayaan
Ketua PLP Kelompok 70 Umsida, Winne, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa, pihak madrasah, pemuda, dan masyarakat yang telah menyambut kehadiran mahasiswa.
Ia berharap mahasiswa mendapatkan arahan dan bimbingan selama menjalankan praktik mengajar maupun kegiatan pengabdian.
Program kerja mahasiswa kemudian dipaparkan oleh Fahima. Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pembuatan Rumah Burung Hantu atau RUBUHA.
Program tersebut dirancang sebagai salah satu upaya membantu masyarakat mengatasi permasalahan hama di kawasan persawahan Desa Sumurgayam.
Selain RUBUHA, mahasiswa juga menggagas program Rumah Bertumbuh yang meliputi layanan belajar Pendidikan Agama Islam dan kegiatan mengajar mengaji bagi anak-anak.
Program lainnya berupa senam sehat untuk masyarakat, kajian pemuda, serta pendampingan rebranding usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pembuatan banner usaha.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperkuat identitas serta meningkatkan daya tarik usaha yang mereka jalankan.
Setelah pemaparan program kerja, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda pembukaan PLP. Penyematan dilakukan oleh perwakilan perangkat desa, DPL, dan mahasiswa sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.
Acara kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama. Pembukaan tersebut menjadi awal kerja sama antara mahasiswa Umsida, pemerintah desa, lembaga pendidikan, pemuda, dan masyarakat dalam menjalankan program pendidikan serta pemberdayaan di Desa Sumurgayam.
Penulis: Almeira Shiffa Ul'Haq