![]() |
| Habibah Eky Gumilar, S.ST, guru Teknik Mekatronika SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi |
Prestasi
membanggakan kembali diukir oleh guru SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang di
kancah internasional. Habibah Eky Gumilar, S.ST seorang guru Teknik Mekatronika
menjadi bukti nyata bahwa kualitas guru vokasi Indonesia mampu bersaing dan
diakui di level global, khususnya dalam penguasaan teknologi industri mutakhir.
Ia berhasil menembus seleksi ketat dalam program Magang Luar Negeri untuk
bidang Teknologi Manufaktur dan Rekayasa di Festo Didactic SE, Jerman. Habibah
menjadi salah satu dari 50 perwakilan guru se-Indonesia untuk mengikuti program
ini.
Habibah
pertama kali mendapatkan informasi ini dari kepala Sekolah. Disela – sela
kegiatannya yang padat ia menyempatkan diri untuk mengurus dokumen – dokumen
yang di butuhkan untuk seleksi administrasi. Ia sendiri telah berhasil menyingkirkan 79
peserta lainnya dan berhasil bergabung dengan 16 peserta lain di bidang
Festo. Selama berada di Festo
Didactic SE, Habibah akan
mendalami perkembangan teknologi industri terbaru langsung dari pusatnya di
Jerman.
Tips lolos program kemendikdasmen RI
Dalam
keterangannya, habibah membeberkan beberapa tips dan persyaratan jika nanti ada
yang ingin mengikuti program yang serupa bisa lolos seperti dirinya. Proses
awal kegiatan ini harus mempersiapkan sertifikat kemampuan bhs inggris dan
sertifikat PLC, PNEUMATIK, LISTRIK-ELEKTRONIK. Habibah sendiri memilih tes
TOEFL melalui jalur online baru setelah sertifikat terbit ia mulai mengajukan
seleksi ini. Selanjutnya ia
mengikuti 2 pelatihan TU Dresden dan Festo Didactic SE, habibah sendiri
memilih Festo karena sesuai dengan jurusan Mekatronika yang ia ampu. Awalnya, ia merasa pesimis lolos karena harus bersaing
dengan guru-guru terbaik se-Indonesia. Disela-sela kesibukannnya, ia terus
berlatih dan belajar Bahasa Inggris secara mandiri, karena proses wawancara
yang diinfokan oleh staff kementrian dikdasmen akan di tangani langsung oleh
project engineernya Festo John Marathon Nathanael Damanik menggunakan bahasa
inggris. Habibah juga tak lupa meminta do’a suami dan orangtua demi kelancaran
proses seleksinya
Motivasi untuk teman seprofesi dan siswa
Setelah menunggu hampir satu bulan, pengumuman pun diterima dengan hasil yang
membahagiakan. Habibah bukan hanya membanggakan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi,
lebih luas ia juga membanggakan persyarikatan Muhammadiyah. Ia menjadi iconic
centre di awal tahun ajaran baru ini, memberikan angin segar prestasi
internasional di dunia pendidikan Indonesia. Sosok yang sederhana dan ramah ini
semakin mempekokoh SMK MUTU memang layak menjadi sekolah rujukan nasional dan
internasional. Ia berpesan agar anak-anak didik dan juga rekan kerja lainnya
agar berani mencoba hal baru. “Semoga dengan lolosnya saya ke Festo Jerman ini
bisa memotivasi siswa dan rekan- rekan kerja untuk berani mencoba hal yang
baru, ikhtiar semaksimal mungkin kemudian bertawakkal, insyaaAllah dimudahkan.”
tutur Habibah.
Habibah sendiri rencananya akan bertolak ke Jerman pada 12
Agustus 2026 menyesuaikan jadwal dari kementrian dikdasmen RI dan akan menempuh
kegiatan kurang lebih selama tiga bulan. Munali,S.T, M.Pd sebagai kepala
sekolah SMK MUTU dan informan yang mengabarkan kegiatan ini ke Habibah
mengunggapkan kebahagiaannya. Ia sangat bangga bahwa salah satu guru SMK MUTU
bisa berprestasi di kancah Internasional. Ia juga menaruh harapan kepada guru
dan tendik lainnnya agar terus berinovasi sehingga SMK MUTU bukan hanya menjadi
tempat untuk bekerja tapi juga tempat ntuk berprestasi dan beribadah. “Dengan lolosnya bu Habibah ini, semoga bisa
menginspirasi, menambah kompeten dan profesionalisme guru SMK MUTU” ungkap
Munali bangga. Ia juga mengunggapkan
prestasi Habibah ini selaras dengan jargon SMK MUTU “EXCELLENT.” (*)
*) RIZKA SRI WULANDARI
