Rihlahnews.com – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Kelompok 68 mendampingi ibu-ibu lanjut usia belajar membaca Al-Qur’an di TPA Bait Al-Qur’an, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Senin dan Sabtu sebagai bagian dari program kerja bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bertajuk Gema Masjid.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PLP Kelompok 68 dibagi menjadi dua tim yang bertugas secara bergantian. Mereka mendampingi para peserta mempelajari Iqra’, memperbaiki pelafalan huruf hijaiyah, dan meningkatkan ketepatan bacaan berdasarkan kaidah tajwid dasar.

Pendampingan ini memperlihatkan bahwa semangat mempelajari Al-Qur’an tidak dibatasi oleh usia. Meskipun telah memasuki usia lanjut, para peserta tetap hadir dan mengikuti pembelajaran dengan tekun.

Sasaran Pendampingan Meluas

Pada awal penyusunan program kerja, mahasiswa PLP Kelompok 68 merencanakan pendampingan pembelajaran Al-Qur’an bagi santri TPA usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Namun, ketika program mulai dilaksanakan, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk turut mendampingi ibu-ibu lanjut usia yang belajar membaca Al-Qur’an di TPA Bait Al-Qur’an.

TPA tersebut menempati sebuah rumah wakaf yang dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat pembelajaran Al-Qur’an. Di tempat itu, anak-anak dan ibu-ibu lansia belajar sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.

Mahasiswa memberikan contoh bacaan secara perlahan, kemudian meminta peserta mengulanginya. Apabila terdapat kesalahan pengucapan, mahasiswa membantu memperbaiki bacaan dengan pendekatan yang sabar dan tidak terburu-buru.

Perbedaan usia dan kemampuan peserta membuat mahasiswa harus menyesuaikan metode pendampingan. Para peserta tidak hanya membutuhkan penjelasan, tetapi juga contoh berulang agar mampu mengenali dan melafalkan huruf dengan tepat.

Berikan Motivasi Baru

Kepala TPA Bait Al-Qur’an, Zuliati, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa PLP Kelompok 68 dalam mendampingi kegiatan pembelajaran Al-Qur’an.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa membantu proses belajar mengajar sekaligus memberikan motivasi baru kepada para santri, khususnya peserta lanjut usia.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran mahasiswa PLP Kelompok 68 yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi para santri, termasuk ibu-ibu lansia, dalam belajar Al-Qur’an,” ujarnya.

Zuliati menjelaskan, pendampingan mahasiswa membuat para peserta semakin bersemangat untuk mengikuti pembelajaran dan memperbaiki bacaannya.

“Kehadiran mereka memberikan semangat baru bagi para peserta untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” tuturnya.

Mahasiswa berusaha menciptakan suasana belajar yang ramah agar peserta merasa nyaman dan tidak malu ketika melakukan kesalahan. Setiap perkembangan kecil yang dicapai peserta juga mendapatkan apresiasi untuk menjaga motivasi mereka.

Belajar Tidak Mengenal Usia

Pendampingan terhadap ibu-ibu lansia menjadi pengalaman berkesan bagi mahasiswa PLP Kelompok 68. Antusiasme peserta mengajarkan bahwa keinginan mempelajari kalam Allah dapat terus tumbuh meskipun seseorang telah memasuki usia senja.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan program kerja. Mereka juga belajar mengenai kesabaran, kepedulian, dan kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Interaksi selama pembelajaran menjadi ruang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi. Mahasiswa menerapkan nilai dakwah melalui pendampingan sederhana yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya belajar Al-Qur’an di Kelurahan Blimbing. Semangat para peserta lanjut usia juga menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sejak dini.

Hingga Kamis (6/8/2026), pendampingan mengaji tersebut terus berjalan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian mahasiswa PLP Kelompok 68 kepada masyarakat.


Penulis: Indana Nur Ahadiyah