![]() |
| Sumber gambar : dokumentasi pribadi |
Sidoarjo – Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr M Din Syamsuddin menyampaikan pesan penting kepada kader Muhammadiyah tingkat ranting saat menghadiri Tabligh Akbar Spesial Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid Ikhwanul Muslimin, Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Sabtu (6/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Din Syamsuddin menekankan bahwa kekuatan Muhammadiyah tidak hanya terletak pada besarnya organisasi, banyaknya amal usaha, atau luasnya jaringan dakwah. Menurutnya, kekuatan utama persyarikatan berada pada kualitas kader yang memiliki keikhlasan, ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian.
Ia mengingatkan bahwa kader Muhammadiyah di tingkat ranting merupakan ujung tombak gerakan. Sebab, dari rantinglah denyut kehidupan Muhammadiyah bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ranting sebagai Ujung Tombak Dakwah
Din Syamsuddin menjelaskan, kader ranting memiliki peran strategis dalam menghadirkan nilai-nilai Islam Berkemajuan di tengah kehidupan sosial. Karena itu, kader tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Kader ranting, lanjutnya, perlu menjadi pelopor kebaikan, menjaga akhlak, serta menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan memberi solusi bagi masyarakat. Peran itu menjadi penting karena ranting merupakan basis gerakan yang paling dekat dengan umat.
Dalam kesempatan itu, Din juga menekankan pentingnya menjaga semangat tajdid. Semangat pembaruan itu, menurutnya, harus diwujudkan dalam cara berpikir yang maju, hati yang ikhlas, dan langkah dakwah yang nyata.
Ia mengingatkan agar kader Muhammadiyah tidak kehilangan ruh perjuangan. Sebab, dakwah bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan amanah yang membutuhkan kesungguhan, keikhlasan, dan pengorbanan.
Kader Muda Harus Siap Memimpin
Selain menyoroti peran kader ranting, Din Syamsuddin juga memberi perhatian khusus kepada generasi muda Muhammadiyah. Ia berpesan agar kader muda terus mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.
Menurutnya, pemuda Muhammadiyah tidak hanya menjadi penerus gerakan, tetapi juga penggerak yang akan menentukan arah perjalanan persyarikatan. Karena itu, kader muda perlu memperkuat keilmuan, memperbaiki akhlak, memperluas wawasan, dan membangun kepedulian terhadap umat serta bangsa.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi keluarga besar Muhammadiyah Kalidawir untuk terus memperkuat dakwah di tingkat ranting. Masjid, lembaga pendidikan, kegiatan sosial, dan amal perjuangan lainnya perlu dijadikan pusat pembinaan umat yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Jadi Energi Baru bagi Muhammadiyah Kalidawir
Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kalidawir Moch Hidayatul Rizky mengatakan, pesan Din Syamsuddin menjadi penguat bagi kader yang berjuang di tingkat akar rumput.
“Pesan dari tokoh besar Muhammadiyah seperti Prof Dr M Din Syamsuddin menjadi pengingat bahwa kader di tingkat ranting memiliki peran yang sangat mulia,” ujarnya.
Rizky, yang juga Sekretaris Masjid Ikhwanul Muslimin, menilai perjuangan Muhammadiyah tidak selalu diukur dari panggung besar. Menurutnya, perjuangan juga tampak dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah.
“Menjaga masjid, membina generasi, melayani masyarakat, dan menghidupkan dakwah adalah bagian dari perjuangan besar membangun peradaban,” ungkap mantan Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kalidawir tersebut.
Ia berharap momentum menyambut Tahun Baru Islam 1448 H dapat memperbarui niat kader, memperkuat gerakan, dan menghadirkan Muhammadiyah yang semakin mencerahkan bagi umat dan bangsa.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi (Da'i Digital LDK PP Muhammadiyah)