Salah satu sifat dasar pencipataan manusia yang harus kita coba untuk hilangkan adalah kekikiran. Semua manusia, pada dasarnya memiliki sifat buruk ini. Ada yang bisa melawannya dan menghilangkannya dari dirinya, tapi tidak sedikit yang kalah olehnya.
Orang yang menjaga dirinya dari kekikiran, maka ia menjadi orang yang beruntung. Itulah ciri orang yang beriman. Itulah ciri orang yang bertakwa. Allah berfirman, “Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. At-Taghabun: 16).
Bagi orang yang kalah oleh kekiran dalam dirinya, maka sesungguhnya harta yang dia simpan itu tidak akan bisa memberikan banyak manfaat bagi dirinya. Allah berfirman, “Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.” (QS. Al-Lail: 8-11).
Berikut adalah beberapa kiat agar kita bisa menghilangkan kekikiran dalam diri kita:
1. Menyadari Sudah Banyak Nikmat
Hal pertama yang harus kita lakukan untuk menghilangkan sifat kikir adalah dengan menyadari bahwa diri kita ini sudah mendapat banyak nikmat dari Allah, yang kalau kita diminta menghitung semua nikmat itu kita tidak akan mampu. Ketika seseorang sudah menyadari bahwa dirinya telah memperoleh nikmat yang banyak, maka ia akan lebih mudah untuk berbagi pada sesama, terutama yang ia lihat masih banyak kekurangan.
2. Merenungkan Tujuan Harta
Semua manusia tentu memerlukan harta untuk hidupnya. Muhammad Asyaibani, salah seorang murid Abu Hanifah pernah mengatakan, “Harta itu syarat berjalannya kehidupan, seperti wudhu yang menjadi syarat sahnya sholat.” Namun, harus dipahami juga bahwa harta juga membawa amanah yang harus ditunaikan: Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf, dan amalan lainnya yang berkaitan dengan harta.
3. Mencari Tahu Keutamaan Berbagi
Biar makin semangat untuk berbagi pada sesama, maka seseorang perlu tahu juga apa sih manfaat berbagi pada sesama, baik itu zakat, infaq, sedekah ataupun lainnya. Bisa dengan mendengarkan kajian ataupun membaca buku yang berkaitan dengan tema memberi. Hal ini untuk menguatkan dan memberi motivasi dari dalam diri, agar tergerak untuk berbagi pada sesama.
4. Mencari Tahu Keburukan dari Kekikiran
Setelah mencari tahu keutamaan memberi, biar motivasi yang hadir makin kuat, kita bisa melengkapi dengan wawasan keburukan dari kekikiran, seperti larangan kikir dan bakhil dalam Al-Qur’an atau hadits.
5. Mulai Berbagi Sedikit dan Yang Mudah
Berbagi kepada sesama yang terbaik adalah dengan memberikan apa yang kita cintai (baca Al-Imran 92). Dan dalam riwayat Imam Muslim, Rasulullah Saw juga pernah menyampaikan bahwa sedekah terbaik adalah bersedekah ketika sehat lagi kikir, dan ketika takut menjadi miskin dan ingin kaya.
Bisa dibayangkan, sedekah yang paling baik itu adalah berbagi di saat susah, miskin, dan yang diberikan adalah sesuatu yang dicintai. Ini tentu saja berat. Dan mungkin bisa menghalangi diri kita dari berbagi. Untuk pembelajaran bagi diri, kita bisa mulai dari yang ringan bagi diri kita. Ketika kita sudah mulai terbiasa memberi, kita bisa menaikkan nilainya.
6. Berdoa Pada Allah
Bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Maka mudah saja Allah SWT menghilangkan sifat buruk yang ada dalam diri kita, seperti sifat kikir ini. Maka kita perlu berdoa pada-Nya agar dihindarkan dari sifat buruk ini. Salah satunya adalah doa yang telah diajarkan Rasulullah Saw, “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sifat gelisah, sedih, lemah, malas, pengecut, kikir, terlilit hutang dan dari kekuasaan orang lain.” (HR. Bukhari)
Semoga kita semua terhindar dari sifat kikir.