MIM PK Wirogunan Kartasura menerapkan program sekolah sehat dengan kebijakan unik: siswa tidak diperkenankan membawa uang saku maupun membeli jajanan di luar sekolah. Program ini diperkuat dengan pola makan teratur dari dapur sekolah serta pembiasaan tidur siang setelah kegiatan belajar mengajar (KBM). Langkah ini menjadi komitmen nyata sekolah dalam membentuk budaya hidup sehat sekaligus menanamkan disiplin sejak dini.

Suasana pagi di MIM PK Wirogunan Kartasura selalu dimulai dengan penuh kehangatan. Begitu bel masuk berbunyi, para siswa tidak langsung larut dalam buku pelajaran, melainkan berkumpul bersama guru untuk menjalani kebiasaan yang telah menjadi ciri khas sekolah. Yaitu sarapan bersama melalui program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG). Sarapan sederhana namun bergizi ini bukan hanya berfungsi untuk mengisi perut, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan rasa kebersamaan, kedisiplinan, serta mempererat hubungan antara siswa dan pendidik. Dengan adanya MBG, anak-anak terbiasa memulai hari dengan energi positif dan pola makan sehat yang teratur.


Sekitar pukul 10.00, saat bel istirahat pertama berbunyi, aroma snack sehat dari dapur sekolah menyambut anak-anak. Tidak ada jajanan sembarangan di luar pagar sekolah, karena sejak awal MIM PK Wirogunan Kartasura menegakkan aturan tanpa uang saku. Semua kebutuhan gizi anak dipenuhi melalui dapur sekolah yang terjamin kebersihan dan kualitasnya. Menu snack bergizi ini menjadi energi tambahan sebelum mereka kembali ke kelas.


    Gambar 1. Anak-anak Makan Snack Sehat

Menjelang siang, dapur sekolah kembali berperan penting. Makan siang bergizi sudah tersaji, memastikan anak-anak tetap bersemangat mengikuti pelajaran hingga sore. Tidak hanya perut yang kenyang, tetapi juga tubuh yang terjaga kesehatannya.Uniknya, rutinitas sehat di sekolah ini tidak berhenti pada makan. Tepat pukul 13.45, setelah kegiatan belajar mengajar selesai, siswa diajak untuk tidur siang bersama. Di ruang kelas yang tenang, anak-anak beristirahat sejenak, memulihkan energi, dan menyiapkan diri untuk aktivitas berikutnya. Kebiasaan ini jarang ditemui di sekolah lain, namun di MIM PK Wirogunan Kartasura, tidur siang menjadi bagian dari budaya sehat yang menyeluruh.




Gambar 2. Anak-anak Tidur Siang

Kepala sekolah menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini bukan sekadar aturan, melainkan upaya membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan gaya hidup sehat sejak dini. Guru pun merasakan dampak positifnya: anak-anak lebih fokus, jarang sakit, dan lebih ceria. Orang tua pun mendukung penuh, karena mereka melihat anak-anak tumbuh dengan pola makan dan istirahat yang teratur.

Budaya sehat yang dibangun MIM PK Wirogunan Kartasura tanpa uang saku, pola makan teratur, dan tidur siang bersama menjadi teladan bagaimana sekolah dapat berperan lebih dari sekadar tempat belajar. Di sini, anak-anak tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dibiasakan hidup sehat, disiplin, dan berkarakter. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar bagi masa depan generasi muda.