Malang — Kelompok 44 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (KKN MAS) tahun 2026 menggelar Workshop Pembuatan Briket dari Limbah Kotoran Sapi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, sebagai upaya memberikan edukasi dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah peternakan menjadi produk yang lebih bernilai guna.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah kotoran sapi di Desa Bendosari. Sebagian besar masyarakat setempat berprofesi sebagai petani dan peternak, sehingga kotoran sapi menjadi salah satu limbah yang cukup banyak dihasilkan setiap hari. Melalui workshop ini, mahasiswa KKN MAS Kelompok 44 berupaya mengenalkan alternatif pemanfaatan limbah tersebut menjadi arang briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Workshop diikuti oleh mahasiswa KKN MAS Kelompok 44, Kepala Desa Bendosari beserta jajaran, masyarakat setempat yang terdiri dari petani dan peternak, serta ibu-ibu PKK. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian briket, manfaat, serta potensi pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan baku briket. Setelah sesi materi, peserta diajak untuk mengikuti praktik pembuatan briket secara langsung dengan didampingi oleh mahasiswa KKN.

Dalam praktiknya, bahan utama yang digunakan adalah limbah kotoran sapi yang telah dikeringkan selama kurang lebih 5–7 hari. Selain itu, digunakan tepung tapioka sebagai bahan perekat. Peralatan yang digunakan antara lain wajan dan spatula untuk proses penyangraian serta cetakan briket.


Proses pembuatan dimulai dengan menyangrai kotoran sapi yang telah dikeringkan menggunakan wajan dengan api besar hingga berubah warna menjadi hitam. Proses tersebut bertujuan untuk mengurangi kadar air dan menghasilkan bahan yang menyerupai arang. Setelah itu, hasil sangraian disaring hingga diperoleh serbuk yang lebih halus.

Serbuk arang kemudian dicampurkan dengan tepung tapioka yang sebelumnya telah dilarutkan sebagai perekat. Campuran tersebut diaduk hingga merata, kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan dipadatkan hingga membentuk briket.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah kotoran sapi yang selama ini melimpah di lingkungan masyarakat, khususnya karena mayoritas warga Desa Bendosari merupakan petani dan peternak, sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Harapannya, masyarakat tidak hanya mengetahui cara pembuatannya, tetapi juga dapat mengembangkan dan menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan ini selesai.”- Siti Fatma, Pemateri, Mahasiswi Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari proses penyangraian hingga pencetakan briket. Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Bendosari dalam mengelola limbah peternakan sekaligus mendorong pemanfaatan limbah menjadi sumber energi alternatif yang memiliki nilai guna dan berpotensi bernilai ekonomi.

Melalui kegiatan tersebut, KKN MAS Kelompok 44 berharap masyarakat tidak lagi memandang kotoran sapi hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai salah satu sumber daya yang dapat diolah dan dimanfaatkan secara kreatif untuk mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pewarta: Siti fatma